Friday, 3 February 2017

PENGERTIAN SOSIOLOGI MENURUT 10 PAKAR/AHLI SOSIOLOGI

PENGERTIAN SOSIOLOGI MENURUT 10 PAKAR SOSIOLOGI
krisis keluarga dan keretakan keluarga, kesuksesan hidup keluarga, pelapisan sosial dan pengaruhnya pada keluarga. Secara umum, sosiologi keluarga menurut Eshleman menekankan pada studi tentang bagaimana masyarakat dan kelompok sosial termasuk keluarga terorganisir dalam struktur dan proses sosialnya, juga dalam sistem dan kelembagaan sosialnya.
Dari uraian dan pembahasan tersebut di atas, dirumuskan pengertian sosiologi keluarga sebagai ilmu pengetahuan kemasyarakatan yang mempelajari pembentukan keluarga, hubungan dan pengaruh timbal balik dari aneka macam gejala sosial terkait dengan hubungan antar dan intermanusia dalam kelompok (keluarga), sistem dan kelembagaan sosial dengan individu dan/atau sebaliknya, struktur sosial, proses-proses dan perubahan sosial, tindakan sosial, perilaku sosial serta aspek-aspek kelompok maupun produk kehidupan kelompok. Berikut ini definisi-definisi sosiologi yang dikemukakan beberapa 10 ahli yang mendasari perumusan pengertian sosiologi keluarga.
PENGERTIAN SOSIOLOGI MENURUT 10 PAKAR/AHLI SOSIOLOGI
1.    Pitirim Sorokin: Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala nonsosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.
2.    Roucek dan Warren: Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.
3.    William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkof: Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.
4.    J.A.A. Van Dorn dan C.J. Lammers: Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan prosesproses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
5.    Max Weber: Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.
6.    Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi: Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur social dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.
7.    Paul B. Horton: Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.
8.    Soerjono Soekanto: Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan polapola umum kehidupan masyarakat.
9.    William Kornblum: Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi kehidupan kelompok.

10.    E.M. Duval: Sosiologi keluarga (dalam Eshleman) adalah mempelajari aspek-aspek dan tahapan kehidupan keluarga, yaitu masa pacaran dan pemilihan jodoh,

Labels: ,

SOSIOLOGI KELUARGA

SOSIOLOGI KELUARGA

Keberhasilan atau kegagalan keluarga menjalankan fungsi dapat kita pahami dari realitas atau kenyataan sosial yang terjadi. Kenyataan itu merupakan wujud dan hasil dari tindakan sosial individu-individu (unsur) keluarga. Pemahaman lebih lanjut dari tindakan sosial tersebut bisa juga ditelusuri maknanya dari hal-hal atau segala sesuatu dibalik tindakan. Hal-hal tersebut berupa nilai sosial, kepercayaan, sikap, dan tujuan, yang semuanya itu menjadi penuntun tindakan seorang individu atas nama dirinya sendiri maupun keluarga dalam mewujudkan cita-cita atau sebaliknya gagal mencapai yang diinginkan.
Contohnya, pecahnya satuan keluarga inti karena perceraian, antara lain dapat dijelaskan dari lemahnya sendi-sendi hubungan sosial anggota keluarga (suami istri) karena saling curiga (rentannya kepercayaan) yang tidak dapat dikendalikan, dan sebagainya. Seluruh pemikiran mengenai studi kemasyarakatan dan keluarga yang berkembang di Eropa telah meletakkan dasar bagi perkembangan pemikiran selanjutnya. Jasa besar para pemikir tersebut mendorong tumbuh dan berkembangnya pemikiran sosiologis serta mengkondisikan lahirnya berbagai pendekatan baru dalam mempelajari masyarakat dan keluarga; hal ini memiliki arti penting bagi perkembangan studi Sosiologi dan Sosiologi Keluarga ke depan.
Pemikiran-pemikiran tersebut juga mengantar dan mengenalkan kita dalam mempelajari masyarakat dan keluarga. Kita mendapatkan substansi pokok dan arah tentang apa, ke arah mana dan mengapa mempelajari sosiologi keluarga.
Namun, ada baiknya kita teruskan pembelajaran ini dengan memahami terlebih dulu tentang pengertian keluarga, sebelum berlanjut pada Sosiologi Keluarga. Pengertian mengenai keluarga memiliki padanan istilah dan kata yang artinya sama atau hampir sama dan bahkan berbeda. Mari kita coba perhatikan pengertian mengenai keluarga berikut ini.
Keluarga ialah satu kumpulan manusia yang dihubungkan dan dipertemukan melalui pertalian/hubungan darah, perkawinan atau melalui adopsi (pengambilan) anak angkat. Di Barat (negara-negara industri Eropa dan Amerika Utara) yang masyarakatnya hidup dan bekerja di bidang industry maka keluarga didefinisikan sebagai satu satuan sosial terkecil yang mempunyai hubungan darah atau memiliki pertalian hubungan sah melalui perkawinan, pengambilan anak angkat dan sebagainya. Secara umum keluarga inti yang kita kenal, memiliki komposisi unsur yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak-anak. Hubungan-hubungan sosial keluarga berlangsung intim berdasarkan ikatan perasaan dan batin yang kuat, di mana orang tua berperan mengawasi serta memotivasi untuk mengembangkan tanggung jawab sosial dalam keluarga dan masyarakat.
Sosiologi Keluarga
Pengertian “hubungan darah” pada keluarga masyarakat nonbarat atau masyarakat negara berkembang mempunyai makna yang lebih luas dari masyarakat barat. Misalnya, konsep Keluarga Besar yang dimaksudkan adalah keluarga luas, contohnya keluarga besar Hardjotarunan (misalnya keluarga-keluarga keturunan sampai generasi ke-tiga dari Hardjotaruna) di Jakarta, keluarga besar (kerabat) Mangkunegaran di Jakarta.
Burgess (dalam Eshleman) mengemukakan tentang karakteristik keluarga secara umum sebagai berikut.
1.    Keluarga terdiri dari orang-orang yang terikat oleh perkawinan, hubungan darah atau adopsi.
2.    Anggota keluarga hidup bersama di bawah satu atap (rumah) merupakan satuan rumah tangga atau mereka menganggapnya sebagai rumah sendiri.
3.    Keluarga terdiri atas orang-orang yang berinteraksi dan berkomunikasi satu dengan yang lain menurut peranan masing-masing, seperti misalnya sebagai suami, istri, ayah, ibu, anak laki-laki, anak perempuan, kakak atau adik laki-laki atau perempuan.
4.    Keluarga menghidupkan kebiasaan dan budaya tertentu yang diturunkan dari budaya umum (masyarakat) dan keluarga sering kali mempraktikkannya sendiri dalam bentuk tertentu.
UNESCO mendefinisikan keluarga sebagai satu institusi biososial yang terbentuk oleh sedikitnya dua orang dewasa laki-laki dan perempuan yang tidak memiliki hubungan darah, tetapi terikat tali perkawinan, dengan atau tanpa/belum memiliki anak. Sedikitnya keluarga berfungsi memenuhi dan memuaskan kebutuhan lahir dan batin, termasuk kebutuhan seksual.

Labels: ,

Wednesday, 21 December 2016

PENGERTIAN, KONSEP DAN STRATEGI PEMASARAN SYARIAH

PENGERTIAN DAN KONSEP PEMASARAN

PENGERTIAN, KONSEP DAN STRATEGI PEMASARAN SYARIAH
Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditunjukan untuk merencanakan, menetukan harga, mempromosikan dan mendistribusi barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.[1]
Read more »

Labels:

KONSEP MANAJEMEN PEMASARAN

KONSEP MANAJEMEN PEMASARAN

Menurut Basu Swastha dan Irawan bahwa falsafah kosep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan pembeli/konsumen. Seluruh kegiatan dalam perusahaan yang menganut konsep pemasaran harus diarahkan untuk memenuhi tujuan tersebut. Kegiatan ini meliputi kegiatan pada semua bagian yang ada, seperti kegiatan personalia, produksi, keungan, riset dan pengembangan, serta fungsi-fungsi lainnya. Meskipun orientasi pembeli ini dibatasi oleh tujuan laba dan pertumbuhan, tetapi konsep tersebut perlu dilaksanakan.
Read more »

Labels:

PENGERTIAN STRATEGI SECARA UMUM DAN MENURUT PARA AHLI

PENGERTIAN STRATEGI SECARA UMUM DAN MENURUT PARA AHLI
Sebuah perusahaan dalam menghadapi persangan bisnis sebaiknya mempunyai strategi-strategi yang diterapkan agar perusahaan tersebut bisa bertahan dan mampu bersaing dengan para pesaing bisnisnya. Selain itu dengan menetapkan sebuah strategi perusahaan juga memperhatikan beberapa faktor agar bisa menetapkan kebijakan perusahaan dengan benar.
Read more »

Labels: ,

PRINSIP DAN PROSEDUR PEMBERIAN BIAYA PADA NASABAH

PRINSIP PEMBERIAN PEMBIAYAAN

PRINSIP DAN PROSEDUR PEMBERIAN BIAYA PADA NASABAH
Menurut kasmir dalam bukunya menyatakan bahwa kriteria penilaian yang umum dan harus dilakukan oleh bank untuk mendapatkan nasabah yang benar-benar layak untuk diberikan pembiayaan dilakukan dengan menggunakan beberapa prisip-prinsip penilaian pembiayaan dengan analisis 5 C dan 7 P.
Read more »

Labels:

PRINSIP PEMASARAN SYARI'AH

Prinsip-Prinsip Pemasaran Syari’ah

PRINSIP PEMASARAN SYARI'AH
Menurut prinsip syariah, kegiatan pemasaran harus dilandasi semangat beribadah kepada Tuhan Sang Maha Pencipta, berusaha semaksimal mungkin untuk kesejahteraan bersama, bukan untuk kepentingan golongan apalagi kepentingan sendiri.
Read more »

Labels:

PENGERTIAN, DASAR HUKUM, ASAS, PRINSIP DAN TUJUAN EKONOMI ISLAM

PENGERTIAN EKONOMI ISLAM

PENGERTIAN, DASAR HUKUM, ASAS, PRINSIP DAN TUJUAN EKONOMI ISLAM
Ekonomi Islam adalah stautu studi tentang perilaku manusia yang berkaitan dengan pengalikasian sumber daya dalam rangka memnuhi kebutuhan.[1] Ekonomi adalah upaya manusia dalam memenuhi pilihan kebutuhan yang tidak terbatas dan pilihan sumber daya terbatas.[2]
Read more »

Labels: , ,